Mengenal Sejarah Goa Liang Tapah

0

Pada artikel ini saya akan menulis sedikit tentang salah satu objek wisata alam yang ada di Kecamatan Jaro yaitu Goa Liang Tapah. Goa Liang Tapah berada di Desa Garagata Kecamatan Jaro. Lokasinya berada kurang lebih 3 kilometer dari jalan utama Trans Kalimantan Tanjung-Koaro. Ketika menuju objek wisata ini, sebelum sampai ke lokasi kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah yaitu hamparan sawah yang luas dengan latar belakang perbukitan yang menjulang tinggi.

Goa Liang Tapah Terdiri dari dua susunan kata yaitu “Liang” dan “Tapah”. Dalam bahasa Banjar liang memiliki arti lobang atau terowongan, sedangkan tapah adalah nama salah satu jenis ikan besar yang ada di Pulau kalimantan yang dalam bahasa ilmiah memiliki nama Cat fish Wallago.  Jadi Liang Tapah bisa diartikan sebagai Lobang/terowongan tempat tinggalnya ikan Tapah.

Jika kita telusuri lebih jauh asal usul penamaan Liang Tapah tersebut didaerah asalnya, kita tidak terlalu sulit mencari informasi mengenai hal itu. Karena memang masyarakat desa disekitar Goa Liang Tapah sudah sejak lama mengetahui  dan percaya adanya ikan Tapah disitu, karena memang didalam Goa tersebut dilalui sebuah sungai kecil yang mengalirdi  sepanjang Goa, sehingga tidak mustahil ada ikan Tapah masuk ke dalam Goa tersebut.

Menurut cerita yang telah turun menurun, ada seekor Ikan Tapah yang ada disungai dalam Goa Liang Tapah dengan ukuran yang sangat besar, sehingga tidak bisa lagi berbalik badan untuk keluar dan hingga sekarang masih hidup, tetapi keberadaannya sangat misterius. Kita dapat melihat ikan itu hanya pada saat-saat tertentu saja. Terkadang iya muncul saat malam hari. Warga sekitar sering memperingatkan bahaya masuk sendiri ke Goa Liang Tapah, atau lebih baik tak perlu masuk agar terhindar dari bahaya, sebab dikhawatirkan air sungai tiba-tiba menguap dan Ikan Tapah itu muncul. Saran lainnya, bagi pengunjung yang tetap ingin berwisata alam di Goa ini agar ditemani pemandu, karena selain sisi mistis tadi, struktur Goa  Liang Tapah yang luas dan banyak terdapat lorong-lorong juga menjadi pertimbangan lainnya sehingga dikhawatirkan pengunjung bisa tersesat jika tidak ditemani oleh pemandu.

Salamisme!

Penulis : julianagungpratomo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here