Jalak Gading, Cerita di Gunung Lawu

0

Jalak Gading di Gunung Lawu bagai menjadi ikon. Selain sangat dikenal dan diakrabi pendaki dan peziarah, Jalak Gading Gunung Lawu atau ada juga yang menyebut Jalak Lawu atau Anis Ras Lawu, burung ini dilekati cerita mistis.

Cerita mistis tentang Jalak Lawu ini sudah hidup berpuluh tahun. Mitos yang selama ini berkembang dalam masyarakat lereng Lawu antara lain keyakinan bahwa Jalak Lawu merupakan burung peliharaan Prabu Brawijaya V ( Raja terakhir Majapahit ), yang konon moksa di Gunung Lawu.

Itu sebabnya, Anis Ras Lawu atau Jalak Lawu tak boleh diganggu. Bahkan ada larangan dan pantangan tak tertulis yang berkembang di masyarakat setempat yang ditujukan kepada para pendatang, termasuk para pendaki gunung.

Mereka dilarang mengganggu burung ini, baik mengusir, melemparinya dengan batu, atau menangkap. Bagi yang melanggar, maka akan muncul berbagai musibah selama pendakian, minimal tersesat dan hilang.

Itulah mitos yang diyakini masyarakat lereng Lawu. Soal benar dan tidak bukan menjadi masalah besar. Yang pasti cerita mistis ini bisa kita tangkap sebagai kearifan lokal untuk menjaga kelestarian si Jalak Gading atau si Jalak Lawu atau si Anis Ras Lawu.

Bukankah jauh lebih baik menjaganya sebagai kekayaan alam, menjaganya sebagai teman akrab, yang karena itu burung ini telah “berjasa” menjadi penunjuk jalan bagi puluhan ribu pendaki, sejak puluhan tahun silam?

Semestinya pula, tanpa disemati cerita mistis pun, jauh lebih baik dan arif jika kita, para pendaki, tidak mengganggu apalagi menangkapnya, termasuk mengambil apa yang ada di gunung. Apalagi hanya untuk kesenangan.

Ingat: Jangan mengambil sesuatu kecuali gambar, jangan membunuh sesuatu kecuali waktu, dan jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak.

Sumber: http://www.belantaraindonesia.in/2015/10/jalak-gading-sahabat-pendaki-gunung.html?m=1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here