Menjadi Pemandu Gunung ? Kalian Perlu Sertifikasinya !        

0

Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) turut hadir dalam acara “Anniversary Pendaki Gunung Indonesia Korwil Jabodetabek ke 4 th” yang dilaksanakan pada 20-21 Januari 2018 bertempat di Bumi Perkemahan Gunung Bunder 2 Bogor, Jawa Barat. Asosiasi ini didirikan pada 15 Januari 2016 oleh kalangan pemandu gunung yang perduli terhadap pemenuhan pelayanan dalam hal keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi wisatawan, sekaligus menjaga kelangsungan kawasan pegunungan di Indonesia. APGI sendiri bertujuan untuk mewadahi persatuan, komunikasi dan koordinasi pemandu gunung di Indonesia. Selain itu, APGI juga berperan dalam meningkatkan kompetensi pemandu gunung dan meningkatkan keamanan, keselamatan serta kenyamanan bagi pengguna jasa pemanduan gunung di Indonesia.

Dalam acara tersebut, Ade W (Dewe) bertindak sebagai pembicara dari delegasi APGI dan mempresentasikan materi seputar kegiatan APGI di hadapan para pengiat alam bebas. “Pemandu gunung dan pendaki gunung adalah sesuatu yang berbeda, pemandu gunung pun bukan sekedar dari bawa barang, petunjuk jalan, tapi juga mengambil keputusan yang tepat” katanya. Dia juga menambahkan “Sertifikasi profesi itu kewajiban tentang program pemerintah semua profesi, mau itu pendaki gunung, dokter atau apapun itu, harus memiliki lisensi atau sertifikasi yang di keluarkan resmi oleh badan pemerintah (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dan itu sudah memilik standarisasi (Standard Kompetensi Nasional Indonesia) supaya diharapkan semua profesi layak di uji dan di penuhi standard nya”. Hal ini juga yang nantinya dilakukan APGI guna menjadikan profesi pemandu gunung sebagai pekerjaan professional serta memiliki standar kompetensi baik tingkat nasional maupun internasional.

“Ketika ada orang yang mau naik gunung tapi belum cukup kemampuan nya dan menggunakan jasa pemandu, maka fungsi pemandu gunung sangat besar bagi keselamatan orang tersebut, orang tersebut pun akan difasilitasi terutama untuk keselamatan dan kenyamanan selama melakukan pendakian, ketika mendaki gunung dilakukan sendiri atau tanpa pemandu memang keselamatan menjadi tanggung jawab sendiri, tapi alangkah baiknya sebelum mendaki, perlu mengikuti ‘basic’ pendidikan dasar terlebih dahulu, karena di alam itu banyak hal yang harus dihadapi, bukan sekedar jalan-jalan atau foto-foto tapi masalah keselamatan juga harus kita pahami” kata Ade W ketika di tanya oleh tim alamisme tentang perbedaan saat melakukan pendakian dengan adanya pemandu gunung dan tidak adanya pemandu gunung. APGI pun sangat terbuka bagi kawan-kawan yang ingin menjadi pemandu gunung. Kawan kawan bisa bergabung dengan mengontak official APGI melalui website www.APGI.co.id .

 

Salamisme

Penulis : yogioktafian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here