Pelajaran Hidup dari “seven Years in Tibet”

0

Film ini mengambil latar di zaman perang dunia ke 2, dimana Nazi sedang berkuasa di banyak wilayah Eropa termasuk Kerajaan Austria tempat asal Heinrich Harrer sang tokoh utama. Film ini diadaptasi dari buku dengan judul sama yang berasal dari kisah nyata perjalanan Harrer terdampar di tengah pegunungan Asia karena konflik perang dunia yang melibatkan negaranya. Harrer harus menjadi gelandangan setelah melarikan diri dari kamp penjara di India, hingga terdampar dan menjalani kehidupan di Tibet selama 7 tahun.

Dalam cerita film ini, seorang pendaki berkebangsaan Austria namun dengan status kewarganegaraan Jerman bernama Heinrich Harrer (Brad Pitt) dan Peter Aufschnaiter (David Thewlis) mencoba mendaki dan menaklukkan gunung di bagian utara India dekat dengan gunung Everest. Ketika perang dunia ke 2 di mulai pada tahun 1939, mereka ditangkap tentara Inggris karena kewarganegaraan Jerman yang dimiliki oleh kedua pendaki ini, hingga ditempatkan dalam sebuah kamp tahanan di Holy Ganga di kaki Gunung Himalaya. Pada tahun 1944, Harrer melarikan diri dari penjara dan menyebrangi perbatasan Tibet dengan melewati dataran tinggi yang sangat berbahaya.

Sementara di Tibet, setelah sebelumnya sempat diusir oleh petugas keamanan, mereka diterima dengan terbuka di kota spiritula Lhasa tempat kediaman pemimpin spiritual Tibet, yakni Dalai Lama ke 14 yang masih berusia sangat muda. Heinrich dan Peter mulai menjalani kehidupan baru di Tibet. Harrer bahkan diangkat sebagai salah satu tutor pengajar Dalai Lama yang memiliki keingintahuan besar terhadap ilmu pengetahuan Dunia. Sejak saat itu, mereka tinggal dan menjalani kehidupan secara normal di kota Lhasa hingga kampanye militer China di tahun 1950 menyerang Tibet dan menghancurkan kehidupan penduduk setempat.

Film ini berisi cukup banyak pelajaran hidup yang dapat anda petik, mulai dari konflik batin yang dialami Harrer karena sifatnya yang sangat egois hingga meninggalkan istrinya yang sedang mengandung demi ambisi pribadinya menaklukkan puncak gunung, hingga gambaran betapa kejamnya rezim komunis China yang dengan semena-mena menyerang dan menguasai Tibet yang tak memiliki angkatan perang.

Sobat alamian sudah pernah nonton?

Penulis : Julian McAhonk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here