Seribu Rindu, Lawang Sewu

0

Teruntuk kamu, sebuah nama yang menemani prosesku dalam menjemputmu. Ketika lisan tak lagi mampu ku bendung, maka biarlah tinta hitam yang menjadi saksi rasaku untukmu.

Kelak akan tiba hari di mana aku meyakinkan diri bahwa engkaulah ketetapan terindah untukku. Begitu banyak kejutan dari pertemuan kita, tuhan punya banyak cara jika sudah waktunya bukan? Percayalah akan pertemuan yang tak terbayangkan itu.

Kesulitan dan cobaan akan membawa kita pada banyak kejutan yang tak terduga. Jika kita ikhlas, penuh kesabaran, terus berikhtiar dan tak pernah mengeluh dalam menjalaninya.

Maka mari kita kembali, menata apa yang selama ini berserakan, melakukan semua yang terlewatkan, kembali atas dasar kebahagian dan kebebasan.

Melupakan apa itu sakit, tak lagi mempedulikan apa yang mereka bicarakan, dan apa yang pernah mereka lakukan pada kita di masa lalu. Karna kita ini brengsek, dicerita mereka.
Mereka yang tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi, yang hanya menerka dengan asumsinya saja.

Setelah kita menerima kekurangan diri kita, maka tak ada lagi yang bisa membuat kita kehilangan kepercayaan diri. Jadi, ayo kita Move On !!

Merasakan teriknya matahari, menikmati sejuknya udara, menikmati semilir angin, menenangkan pikiran, merubah sudut pandang negatif menjadi positif. Semoga ketenangan itu masih bisa kita rasakan, dan aku sedang merindukannya.

Mungkin malam memilih padam, demi sebuah gelap. Tetapi tidak dengan rinduku. Ia memilih riuh, meski kita sedang tidak berada ditempat yang sama.

Kita, yang jatuh cinta tanpa alasan, bahkan tanpa rencana. Datangnya pun tak pernah kita tebak, itulah cinta.

Teruntuk kamu ketetapan terindahku, terima kasih kuucapkan sebab engkau telah datang di waktu yang tepat untuk bersamaku, dan maaf sebab aku ingin merahasiakan semua tentangmu dari semesta. Namamu, parasmu, sungguh aku ingin menjagamu dengan sangat. Terima kasih aku ucapkan.

Dan sebagaimana yang biasa aku lakukan, sujud senja kali ini terlantun doa-doa untuk kedua orang tua dan kamu yang jauh dimata.

Semoga kesetiaanmu tetap kokoh bagai baja, layaknya fondasi bangunan ini yang tak pernah menunjukkan kelelahan. Bangunan yang agung dengan seribu pintu.
Akan terus bertahan hingga seribu tahun lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here