Cerita Rakyat, Asal Usul Komodo

0

Komodo yang memiliki nama ilmiah Varanus komodoensis merupakan spesies kadal raksasa endemik Indonesia yang hanya di temukan di 4 pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur yakni Pulau Gili Motang, Pulau Padar, Pulau Rinca dan Pulau Komodo. Di Pulau Komodo sendiri terdapat perkampungan yang dikenal dengan nama Kampung Komodo. Meskipun komodo dikenal berbahaya lantaran air liurnya yang mengandung bakteri mematikan, tapi masyarakat disini memperlakukan komodo dengan baik. Kedekatan kadal raksasa ini dengan masyarakat tak terlepas dari cerita rakyat yang dipercaya penduduk setempat. Masyarakat meyakini hewan buas tersebut merupakan ‘saudara kembar’ manusia. Legenda tentang komodo bisa ditemukan dalam tulisan Hilly C. Djohani-Lapian yang mengacu pada cerita dari Isaka Mansur, seorang penduduk Pulau Komodo.

Dikisahkan pada zaman dahulu ada seorang putri bernama Putri Naga yang tinggal di pulau tersebut. Sang putri menikah dengan seorang pemuda yang dipanggil Moja. Tak berselang lama, sang putri pun mengandung dan dikaruniai dua bayi kembar berjenis kelamin laki-laki. Namun anehnya, salah satu bayi itu bukan manusia melainkan kadal. Si anak yang berwujud manusia diberi nama Gerong dan dibesarkan dikalangan manusia dan si anak yang berwujud kadal diberi nama Orah dan dilepaskan ke hutan. Waktu pun berlalu hingga si Gerong menjadi seorang pemuda yang tangkas. Suatu ketika Gerong hendak berburu rusa di hutan dengan sebuah tombak dan ketika itu berjumpa dengan kadal raksasa. Gerong lantas mengejarnya dan hendak membunuhnya dengan tombak. Tiba-tiba, ibundanya yakni si Putri Naga muncul dan mencegah Gerong menghunuskan tombaknya ke arah kadal raksasa tersebut. Si Putri Naga memberi tau Gerong bahwa kadal raksasa tersebut merupakan saudara kembarnya. Selepas dari kejadian itu, masyarakat sekitar memperlakukan komodo itu dengan baik. Komodo hidup di hutan dengan berburu hewan seperti rusa, kambing atau babi hutan. Kadal raksasa itupun hidup berdampingan dengan manusia hingga saat ini.

Penulis : julianagungpratomo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here