Krakatau, Gunung Berapi yang Mengusik Dunia

0

Tercatat tanggal 27 Agustus 1883 Gunung Krakatau meletus dahsyat dan menggelapkan langit diwilayah Selat Sunda serta disusul tsunami. Kegelapan ini mencapai radius 200 km dalam kurun waktu 22 jam. Tsunami ini adalah yang terdahsyat di Kawasan Samudera Hindia. Hujan abu dan suara letusan Gunung Krakatau terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika.

Letusan gunung yang memiliki tinggi 813 mdpl ini mengusik ketenangan dunia dikarenakan punya andil besar dalam perubahan iklim global. Seluruh dunia sempat gelap selama 2,5 hari akibat debu vulkanik dari letusannya.

Bahkan sebelum adanya Gunung Krakatau, sudah ada Gunung Krakatau Purba. Gunung dengan ketinggian 2.000 mdpl ini akhirnya meletus lebih dahsyat dibanding Gunung Krakatau dan menyisakan sebuah kaldera (kawah besar). Gunung ini juga yang menjadi induk dari Gunung Krakatau dan penyebab terpisahnya Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Setelah meletus, gunung ini sempat sirna hingga pada tahun 1927 muncul gunung api yang dikenal sebagai Gunung Anak Krakatau. Gunung ini terus tumbuh setiap tahunnya. Menurut Sutawidjaja dalam penelitiannya tahun 1997 yang berjudul “The activities of Anak Krakatau volcano during the years of 1992-1996” menyatakan bahwa pertumbuhan Gunung Anak Krakatau rata-rata mencapai 4 meter/tahun. Pertumbuhan ini disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung tersebut. Saat ini ketinggian Gunung Anak Krakatau mencapai 230 mdpl.

Gunung Anak Krakatau dan kepulauan sekitarnya sesuai dengan SK Menteri Kehutanan RI No.85/kpts/II/1990 di tetapkan sebagai Cagar Alam dan Cagar Alam Laut Kepulauan Krakatau dengan luas 11.200 ha yang pengelolaannya dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Lampung. Hal ini bertujuan untuk melindungi dan mempertahankan kawasan ini sebagai kawasan konservasi yang penting bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Penulis : julianagungpratomo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here