Perjuangan Hidup Penyu

0

Penyu merupakan salah satu hewan laut purba yang hingga saat ini masih bisa bertahan hidup. Menurut analisis fosil yang dilakukan para ahli Antropologi, Penyu telah menempati Bumi sejak Zaman Triassic atau lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Penyu juga telah melalui proses evolusi untuk dapat bertahan dari kondisi alam masa lampau hingga akhirnya tetap ada hingga saat ini.

Penyu memiliki siklus hidup yang panjang dan tingkat kehidupan yang rendah. Hewan ini baru mencapai umur dewasa sekitar usia 30-50 tahun. Hasil pengamatan para ahli mengatakan bahwa dari 1000 butir telur yang menetas menjadi tukik (bayi penyu), diperkirakan hanya 1 ekor yang mampu bertahan hidup hingga dewasa dan kembali bertelur. Hal ini tentunya membuat peremajaan penyu menjadi sangat lambat.

Meski tak banyak yang dapat tumbuh hingga dewasa, namun perjuangan penyu tak berhenti disitu. Penyu betina dewasa akan menelurkan ratusan telurnya agar generasinya terus berlanjut dan tidak punah. Proses ritual penyu bertelurpun biasanya berlangsung hingga 3 jam. Namun, ada hal yang kita sayangkan ketika induk penyu yang telah berjuang hidup hingga 30 tahun ini saat akan bertelur harus mati terbunuh akibat ulah manusia yang tak sabar ingin mengambil telur dari tubuhnya.

Kasus ini di temukan di Pantai Paloh yang merupakan pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia. Pantai yang terletak di Pulau Kalimantan ini merupakan tempat yang sangat disukai oleh Penyu Hijau (Chelonia mydas) untuk bertelur. Hal ini membuat lokasi tersebut menjadi target lokasi bagi para pemburu telur penyu. Bentuk kepedulian akan keberlangsungan hidup penyu dilakukan oleh WWF Indonesia. WWF Indonesia bersama masyarakat yang peduli akan keberlangsungan hidup penyu melakukan berbagai upaya untuk melindungi telur-telur penyu tersebut dari para pemburu. kegiatan pemantauanpun rutin dilakukan sepanjang hari.

Berdasarkan data publikasi WWF Indonesia mengungkapkan setidaknya ada sebanyak 70% sarang penyu yang berhasil diselamatkan dan menetas menjadi tukik (bayi penyu). Namun, upaya ini nampaknya membuat para pemburu telur penyu menjadi tak leluasa bergerak. Untuk mempersingkat waktu pengambilan telur penyu, jalan singkatpun ditempuh dengan menyayat bagian tepi perut penyu untuk mengeluarkan saluran telur dan mengambil telurnya secara paksa.

Peristiwa ini tentunya harus mendapatkan perhatian serius dari para stakeholder terkait dan aparat penegak hukum untuk bersama-sama dalam melakukan pengawasan dan pengelolaan konservasi penyu di Indonesia khususnya di Pulau Paloh. Permintaan pasar gelap akan telur penyu juga menjadi perhatian khusus untuk bisa menghentikan perburuan telur penyu agar kelak depan, Penyu tetap bisa bertahan hidup dan terhindar dari kepunahan.

Penulis : julianagungpratomo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here