Festival Lembah Baliem, acara drama perang antar suku

0
274

Acara Festival Lembah Baliem, merupakan acara perang antar Suku Dani, Suku Lani, dan Suku Yali. Perang antar suku ini tentunya aman untuk disaksikan. Bahkan acara festival ini menyedot perhatian para wistawan lokal maupun dunia. Acara berlangsung selama 3 hari dan dilaksanakan setiap bulan Agustus menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia.

Atraksi ini bermakna positif bagi masyarakat Lembah Baliem yaitu ‘yogotak hubuluk motog hanaro‘ yang memiliki arti harapan akan hari esok yang harus lebih baik dari hari ini. Lembah Baliem merupakan lembah di pegunungan Jayawijaya. Lembah Baliem berada di ketinggian 1600 meter dari permukaan laut yang dikelilingi pegunungan dengan pemandangannya yang indah dan masih alami. Suhu bisa mencapai 10-15 derajat celcius pada waktu malam.

Lembah ini dikenal juga sebagai grand baliem valley merupakan tempat tinggal Suku Dani yang terletak di Desa Wosilimo, 27 km dari Wamena, Papua. Selain Suku Dani beberapa suku lainnya hidup bertetangga di lembah ini yakni Suku Yali dan suku Lani. Lembah Baliem digambarkan dengan luas wilayah yang memiliki panjang sekitar 80 km dan lebar sebesar 20 km serta terletak di ketinggian sekitar 1,600-1,700 m dengan populasi sekitar 100.000 jiwa.

Kesenian dan budaya yang masih dilestarikan dan di tampilkan pada Festival Lembah Baliem tahun 2023 diantaranya, Pertunjukkan Perang antar Suku yang menceritakan sejarah perang suku, Penampilan Tari-Tarian adat, Pertunjukkan Balapan Karapan Anak Babi, Puradan atau permainan melempar tombak ke arah bulatan Rotan yang sedang berputar saat dilemparkan, Sikoko atau permain menggunakan kayu jenis Pion yang di lemparkan menuju sasaran yang sudah ditunjuk, Lomba memainkan alat musik tradisional tiup atau pikon dan berbagai macam perlombaan kebudayaan bagi wisatawan asing seperti melempar tombak dan panahan ke sasaran yang sudah di tentukan seperti batang pisang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here