Mengulas Hari Konservasi Alam Nasional

0
163

Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) merupakan salah satu upaya kampanye kepada masyarakat akan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan peringatan ini dikoordinir oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. HKAN sendiri diperingati tiap tanggal 10 Agustus. Peringatan ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 berdasarkan Keppres No. 22 tahun 2009.

Konservasi alam dapat diartikan sebagai suatu pengelolaan terhadap alam dan lingkungan hidup secara bijaksana untuk menjamin persediaannya dan tetap memelihara serta meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.

Pada tahun 2014, peringatan ini mulai dilaksanakan dialam terbuka yaitu di Taman Nasional (TN) Gunung Halimun salak dengan tema Cinta Alam Negeriku. Berikut data untuk tema dan tempat perhelatan HKAN setiap tahun

  • Tahun 2014 di TN Gunung Halimun Salak dengan tema “Cinta Alam Negeriku”
  • Tahun 2015 di TN Ujung Kulon dengan tema “Keberlanjutan Konservasi Alam untuk Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan”
  • Tahun 2016 di TN Bali barat dengan tema “Konservasi untuk Masyarakat”
  • Tahun 2017 di TN Baluran dengan tema “konservasi alam – konservasi kita”
  • Tahun 2018 di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih dengan tema “Harmonisasi Alam dan Budaya”
  • Tahun 2019 di TWA Muka Kuning dengan tema “Spirit Konservasi Alam Milenial”
  • Tahun 2020 di Bontang Mangrove Park dengan tema “Nagara Rimba Nusa : Menjaga Peradaban Merawat Alam”
  • Tahun 2021 di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang dengan tema “Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara”
  • Tahun 2022 di TN Bali barat dengan tema “Memulihkan Alam untuk Masyarakat Sejahtera”

Peringatan HKAN tahun 2023 dilaksanakan di Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dengan mengusung tema “Jiwa yang Damai dalam Harmoni Rimba Belantara”. Peringatan ini tentunya menjadi momentum untuk memberikan edukasi dan peran aktif masyarakat dalam menyelamatkan ekosistem alam. Peran aktif tersebut melalui tidak melakukan kerusakan terhadap kawasan-kawasan konservasi, tidak membuang sampah sembarangan, melepas satwa liar yang dilindungi ke habitat alamnya, mengurangi penggunaan barang-barang yang tidak terurai seperti plastik serta turut berpartisipasi mencegah perambahan hutan dan perdagangan satwa dan flora yang dilindungi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here